Make Yourself Better

Entries categorized as ‘Main Topic’

Hati-Hati Dengan Rasa Permusuhan

February 18, 2007 · 1 Comment

Di usianya yang masih di bawah 40 tahun, Andi seorang yang cukup sukses. Punya banyak pengalaman dan penghasilan tinggi. Tapi ada satu hal yang sering membuat lingkunganya mengernyitkan alis. Andi kerap kehilangan pekerjaan. Ia hanya bisa bertahan di sebuah perusahaan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Walaupun dia akan cepat mendapatkan ganti pekerjaan, tetapi sekali lagi, ia akan kehilangan pekerjaan itu. Kalau tidak mengundurkan diri,, ya dipecat. Begitu seterusnya….

Sampai pada suatu ketika, sebelum memecatnya, perusahaan tempat Andi bekerja mengirimnya ke seorang psikolog untuk mengetahui ada apa dibalik sikap Andi yang kerap menyebalkan itu, sehingga sering mendorong pimpinan perusahaan untuk memecatnya. Dalam percakapan selama beberapa jam dengan psikolog, mencuatlah perasaan permusuhan yang amat sangat dari dalam diri Andi,., dan ini bisa terlihat dari kalimat-kalimat yang dilontarkannya…

Ketika ditanya mengapa ia sering meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja, Andi dengan cuek menjawab, “semua pimpinannya menyebalkan. Dan saya yakin Anda juga akan membencinya”…

Saat sang psikolog menanyakan komentar tentang pimpinan yang baru, Andi menjawab lantang,” manager saya tidak cukup punya kemampuan”..

Dan jawaban negatif bernada permusuhan itu terus keluar dari mulut Andi sepanjang percakapan berjam-jam dengan psikolognya.

Beberapa penelitian menunjukkan, rasa permusuhan dan marah yang tidak terkendali seperti yang terjadi pada Andi bukan tanpa sebab. Dan penyebab yang paling dirasa significan, adalah hal atau kejadian menyakitkan yang pernah dialaminya. Apapun itu. Seperti yang dituangkan dalam buku It’s Me, A Guide to Better Understanding Yourself, Michael J Gelb mengatakan, keadaan atau peristiwa menyakitkan adalah penyebab kemarahan dan permusuhan.

Keadaan menyakitkan ini bisa berupa pengalaman “diasingkan” lingkungan dan keluarga, kecemburuan terhadap kesuksesan saudara atau rekan, tekanan tinggi saat masa kanak-kanak dan remaja oleh orang tua. Yang jelas, peristiwa masa lalu yang membuatnya merasa tersiksa dan sakit hati.

Rasa sakit ini terus mengendap dalam diri mereka. Dan jika tidak bisa terlupakan atau tersalurkan secara positif, malah akan meledak sewaktu-waktu dalam bentuk kemarahan dan permusuhan terhadap orang-orang di sekitarnya. Baik lingkungan keluarga, pertemanan atau pekerjaan seperti yang dialami Andi.

Lantas apa yang harus dilakukan jika kita memiliki masalah psikologis seperti itu? Jawabannya sederhana. Belajar kendalikan emosi dan kemarahan, selain belajar menerima kenyataan pahit kita di masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup kita, dan bukan sebagai sesuatu yang senantiasa akan membebani hidup jiwa kita. Bukan hal yang mudah memang, tapi memulainya semenjak dini akan menjadi penyelamat bagi ketengan jiwa kita di masa kini dan akan dating.

Categories: Main Topic

Apakah Anda Termasuk Manusia Super?

February 18, 2007 · 2 Comments

Coba anda ikuti tes supermanitis ini..

  1. Loose controll sesuatu yang memalukan dan tidak termaafkan.
  2. Sakit hati ketika melihat rekan tampil lebih keren dengan pakaian lebih mentereng.
  3. I wish everybody like me.
  4. Saya tidak suka ada orang yang menyebut nama album kaset/musik yang belum saya tahu.
  5. Feel guilty saat tidak mengenal “kata-kata baru” dari orang lain.
  6. I am best worker
  7. Saya tidak nyaman melihat rekan atau kerabat memiliki rumah atau mobil baru.
  8. Feel confuse kalau orang tidak menyetujui omongan/pendapat saya.
  9. Merasa bersalah ketika tidak suka dengan tindakan/sikap atasan, teman atau keluarga dekat.
  10. Merasa malu dan bersalah saat orang lain mengetahui kebenaran tentang diri saya.
  11. Saya sangat yakin menyayangi orang tua saya dengan sangat iklas.
  12. Saya tidak akan pernah mau menjadi bawahan kenalan saya.
  13. Saya akan berusaha menjadi orang paling sukses di lingkungan saya.
  14. Tidak nyaman saat ada kenalan lebih pintar berkomunikasi disbanding saya.
  15. Saya bisa masuk ke dalam kelompok lain selain kelompok teman-teman saya.
  16. Saya ingin menjadi orang yang pintar bercerita di hadapan anak-anak.
  17. Saya selalu ingin menang dalam permainan apapun.
  18. Saya akan berusaha agar rumah saya paling indah di lingkungan saya.
  19. Saya harus menjadi pimpinan di lingkungan saya.
  20. Kepuasan terbesar jika bisa mendapatkan dan melakukan apa yang kita inginkan..

Jika sebagian besar pertanyaan tersebut anda jawab “YA”, berarti anda cenderung merasa menjadi manusia super, atau memiliki prilaku supermania. Hati-hati, tidak ada satu manusiapun yang sempurna. Kesalahan manusiawi dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja.

 

Categories: Main Topic

Jual Potensi Diri Kita !!!

February 18, 2007 · 2 Comments

Tidak dapat dipungkiri, persaingan di dunia kerja/ karir sangatlah tinggi. Hukum alam yang mengatakan hanya yang kuat yang akan bertahan, pada kenyataannya memang benar-benar terjadi dalam dunia kerja. Dan kalau kita bicara “kuat”, satu hal penting yang bisa mendongkrak kekuatan kita dalam dunia kerja, adalah pemanfaatan maksimal seluruh potensi yang ada dalam diri kita.

Berbagai survey dan riset menunjukkan, salah satu factor penentu kegagalan seseorang dalam berkarir adalah ketidakmampuan mengenali, menemukan dan memanfaatkan potensi diri. Hingga tidak berlebihan jika kalangan pebisnis dan para ahli karir mengatakan, potensi diri merupakan asset/modal besar dalam berkarir.

Bahkan dikatakan, “juallah kemampuan atau potensi diri sebagai bekal masa depan”. Karena ketahuilah, semakin dewasa usia kita, semakin besar pula tuntutan untuk hidup mandiri. Karenakita tidak bisa selamanya bergantung pada orang lain.

Lantas apa saja potensi diri itu?

  1. Potensi bakat. Semua orang dikarunia bakat. Masalahnya jenis , kuantitas, dan kualitas bakat yang dimiliki setiap orang berbeda satu sama lain. Yang perlu dilakukan adalah mengembangkannya semampu mungkin. Karena Bakat yang diperlihara dan dikembangkan dengan baik dapat mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Contohnya, orang yang berbakat di bidang seni suara, jika jalurnya tepat, ia bisa menjadi penyanyi handal dan hebat. Kita yang memiliki bakat melukis atau mendesign, bisa menjadi seorang designer atau pelukis professional. Kita yang memiliki bakat mengarang bisa menjadi pengarang yang hebat dengan menerbitkan cerita-cerita fiksi dalam bentuk novel, cerpen, dsb. Semua ini akan mendatangkan keuntungan materi bagi anda. Jika kita mau mengasah dan menyalurkan bakat dengan benar, maka bakat di dalam diri kita bisa menjadi sandaran masa depan yang cukup mapan.
  2. Potensi tenaga . Dalam bidang pekerjaan apapun, selalu membutuhkan tenaga dan kekuatan fisik. Bahkan pada pekerjaan yang mengandalkan kekuatan pikiran seperti ilmuwan sekalipun, tetap memerlukan tenaga yang kuat. Tanpa fisik yang baik mustahil anda dapat bekerja dengan lancar. Tapi tentu saja ada beberapa pekerjaan atau profesi yang lebih banyak mengandalkan tenaga, atlit misalnya, entah itu atlit angkat besi, bulu tangkis, renang dan lain-lain
  3. Potensi wawasan. dimiliki oleh kita yang berwawasan dan berpengetahuan luas. Potensi ini dapat diasah dengan banyak membaca dan mengikuti perkembangan berita terkini baik dari dalam maupun luar negeri. Lalu bagaimana caranya menjual wawasan? Umumnya anda yang berwawasan luas, otak anda penuh ide-ide dan gagasan gemilang. Kita dapat mewujudkan ide-ide anda tersebut menjadi suatu pekerjaan yang menghasilkan. Contohnya Kita dapat menjadi pembicara pada seminar-seminar, Kita juga dapat menjadi penulis dan kolumnis dengan menuangkan segala ide dan wawasan anda.
  4. Potensi akademik Potensi akademik merupakan modal utama kita yang dapat kita jual sebagai sandaran masa depan anda. Misalnya, jika basic kita di bidang manajemen, kita dapat dapat menjual potensi akademik kita lewat kantor atau perusahaan yang membutuhkan kehalian manajamen . Jika anda seorang Insinyur Pertambangan, anda dapat menjual potensi anda di perusahaan pertambangan, kilang minyak, dan sejenisnya.

Sempurna jika kita memiliki ke empat potensi tersebut. Tapi jika kita hanya memiliki satu atau dua saja, tidak perlu kerkecil hati. Yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan potensi tersebut. Jika kita memiliki dua potensi, kita tinggal mengkombinasikannnya, menjadi suatu sinergi. Seorang sekretaris yang memiliki bakat menyanyi misalnya, bisa menjadi seorang sekretaris, sekaligus seorang penyanyi yang handal. Atau jika dalam keseharian kita adalah seorang dokter, tapi memiliki bakat bagus melukis, kita bisa menjadi seorang dokter hebat sekaligus menjadi pelukis yang profesional dan komersial.

Jadi, saatnya kita kenali dan gali potensi diri kita. Jangan pernah sia-siakan semua itu !!. Pelihara dan kembangkan potensi diri kita sebaik-baiknya.

Categories: Main Topic

Tipe Personality Dalam Kelompok

February 18, 2007 · Leave a Comment

Interaksi individu dengan seseorang ataupun kelompok, berbeda satu dengan yang lainnya. Secara umum prilaku individu dalam kelompok bisa dipilah menjadi empat gaya.

NO

GAYA

KARAKTERISTIK

1

Pendukung (Contributor)

- Orientasi pada tugas, senang memberikan data dan informasi tehnik

- Mengerjakan tugas dengan baik

- Mendorong tim untuk menetapkan standar kinerja tinggi

- Menggunakan sumber daya organisasi dengan bijaksana

- Umumnya dapat dipercaya

- Umumnya bisa dipercaya, bertanggungjawab, terorganisir, efisien, logic, jelas, relevan, sitematis, cakap

- Prilaku :

- Bebas berbagi informasi dan pendapat dengan anggota

- Nembantu tim menggunakan waktu dan sarana

- Mendorong tim untuk menetapkan standar kerja tinggi

- Mengerjakan dengan sempurna semua tugas

- Menerima semua tanggung jawab

- Mempu menetapkan prioritas dengan jelas

2

Kolaborator (Collabolator )

- Selalu ingin mencapai tujuan, visi dan misi

- Fleksibel dan terbuka terhadap ide-ide baru

- Bersedia melakukan tindakan meskipun di luar tugas dan tanggung jawabnya

- Berbagi rasa dan berpandangan luas

- Suka bekerjasama, flesibel, percaya diri, lehiat ke depan, murah hati, imaginative

- Perilaku :

- Membantu tim menentukan tujuan jangka panjang, jangka pendek

- Memahami bagaimana kerja tim

- Selalu emngingkatkan tim untuk mengevaluasai relevansi tujuan dan kegiatan

- Bekerja keras mencapai tujuan maupun tidak setuju

- Terbuka terhadao ude-ide baru.

- Seringkali senang mengerjakan tugas yang bukan tugasnya

- Berbagi informasi dengan anggota tim yang lainnya

3

Komunikator

( Communicator)

- Berorientasi pada proses, mampu menjadi pendengar yang baik, fasilitator dalam menghadapi konflik, mengembangkan konsesus, memberikan umpan balik.

- Mengembangkan iklim informal dan santaoi, berpandangan positif

- Suportif, menumbughkan semangat, santai, taktis, senang membantu, bersahabat, sabar, informal, penuh perhatian, spontan.

- Perilaku :

- Bersedia menjadi penangah jika terjadi konflik.

- Perndengar yang baik dan tidak cepat mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan berbagai pandangan.

- Membantu tim untuk santai dan tidak segan memberikan pujian kepada anggota tim

- Antusias mengkomunikasikan pentingnya kerja tim

- Mendorong tercapainya konsesus dan anggota tim berperan aktif.

- Memberikan feedback yang baik kepada semua anggota

- Mengingatkan tim akan pentingnya manajemen wakti efektif

4

Penantang

(Chalenger)

- Sering mengajukan pertanyaan

- Bersedia bahkan suka berbeda pendapat dengan anggota bahkan atasan.

- Mendorong tim berani mengambil resiko.

- Terus terang, etis, senang bertanya, jujur, berani, apa adanya, punya prinsip, tetapi sering kontra dengan tim

- Perilaku :

- Tidak ragu bahkan berani berbeda pendapat

- Banyak bertanya meski resikonya tidak disukai tim

- Bersedia memberikan peringatan jika tim bertindak illegal atau tidak etis.

 

Categories: Main Topic

TIPE PERSONALITY

February 12, 2007 · Leave a Comment

Categories: Main Topic

PROLOG

February 12, 2007 · Leave a Comment

Masalah-masalah rumit yang dialami manusia, seringkali dan bahkan hampir semua, sebenarnya berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan mata rantai masalah yang berakar dari problem pemahaman, pengenalan dan pengembangan diri. Dengan kemampuan berpikir dan menilai, manusia malah suka menilai yang macam-macam terhadap diri sendiri maupun sesuatu atau orang lain – dan bahkan meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif. Dari situlah muncul problem seperti inferioritas,superioritas, kurang percaya diri, dan hobi mengkritik diri sendiri. Dampak langsungnya, adalah selalu mendapatkan masalah dalam berinteraksi dengan orang lain ( sosialisasi) baik dengan lingkungan keluarga, teman, bahkan lingkungan kerja. Untuk itu pula tidak berlebihan pengembangan diri merupakan upaya yang harus difahami dan pada akhirnya dilakukan terus menerus oleh seluruh individu manusia.

Pengembangan diri bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari tahap awal yakni knowing yourself, manajeman waktu sampai ke pelatihan2 fisik dan psikis. Jika bisa dilakukan dengan baik, pengembangan diri akan membantu individu senantiasa berhasil melalui setiap aktivitas hidupnya dengan baik, dalam situasi menyenangkan maupun tidak.

Pada prinsipnya, pengembangan diri bisa dilakukan oleh setiap orang setiap saat. Masalahnya sejauhmana dia memahami dan melihat dirinya secara objektif dan bagaimana dia bisa mengambil langkah untuk melakukan berbagai perubahan dan perbaikan dirinya.

What it is?.

Pengembangan Diri adalah usaha yang pada prinsipnya harus dilakukan setiap individu untuk mempelajari, memahami, memperbaiki dirinya.

What is the benefit?

  • Menentukan arah masa depan lebih baik
  • Memperbaiki dan meng up date kemampuan/skill
  • Memperbaiki cara bersosialisasi dan berinteraksi

How to use it?

  • Memamahi kelebihan dan kekurangan diri (potensi diri)
  • Mengembangkan kemampuan berpikir dan bertindak positif dan kreatif
  • Meningkatkan self esteem
  • Mengatasi rasa minder dan meningkatkan self confidence
  • Menentukan arah/tujuan hidup/masa depan
  • Manajemen waktu

Categories: Main Topic